Propolis Vs Obat Syntetic

Written by admin on December 10, 2009 – 4:59 am -

Propolis  atau obat synthetic yang kita pilih saat anak kita sering jatuh sakit? Ketika anak jatuh sakit dan pergi ke dokter, umumnya dokter akan memberikan obat sebagai berikut: obat penurun demam, obat penyembuh sakit yang diderita, vitamin, antibiotic synthetic atau obat-obatan lainnya. Dan umumnya obat yang diberikan dokter jika dikonsumsi terus menurus justru akan memberikan efek samping bagi perkembangan anak.

Lantas apa keungulan Propolis dibandingkan dengan Obat synthetic?

Propolis merupakan obat alami yang disediakan alam untuk umat manusia. Propolis dikumpulkan oleh lebah madu dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon terutama pohon poplar. Setelah itu propolis dicampur dengan enzim-enzim dari tubuh lebah itu sendiri.

Propolis merupakan 100% zat alami yang banyak mengandung zat-zat berguna bagi kesehatan tubuh. Propolis merupakan antibiotic alam yang bebas racun dan tanpa efek samping.

Hal ini tentu berbeda dengan obat synthetic  yang dibuat secara masal dengan merubah struktur kimianya sehingga mirip dengan Zat alami aslinya. Penggunaan obat synthetic secara terus menerus  akan mengakibatkan pengaruh negative baik bersifat sementara atau permanen yang umumnya bisa menimbulkan penyakit baru bagi penderita.

Propolis vs Obat synthetic : Propolis besifat penetral racun dan obat synthetic umumnya mengandung racun. Propolis merupakan antibiotic alami dan Obat synthetic adalah antibiotic buatan. Propolis besifat tanpa efek samping dan Obat synthetic bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi terus menerus. Propolis besifat mutiguna jadi saat dikonsumsi memperbaiki keseluruhan system tubuh sedangkan obat synthetic umumnya diproduksi secara spesifik hanya untuk penyakit tertentu.

Keungunlan Propolis lainnya jika dibandingkan dengan Obat synthetic. Propolis mengandung Bioflavanoid yang berperan dalam meningkatkan system imun (kekebalan tubuh). Bioflavanoid dalam propolis bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas dan perbanyak limfosit T dan makrofag yang sangat berguna dalam memusnakhan zat asing dalam tubuh seperti bakteri, sel kanker/tumor dan virus.

Propolis Juga bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat dokter tanpa efek samping. Sekarang pilihan kembali kepada kita, apakah dalam menjaga kesehatan anak-anak kita memilih obat sintetik atau obat alami yang disediakan oleh alam.


Tags: , ,
Posted in propolis | 1 Comment »

Madu sebagai Antibiotik

Written by admin on November 1, 2009 – 7:00 pm -

Madu sebagai antibiotik terbukti ampuh melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Umumnya penyakit infeksi yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan mengkonsumsi madu secara teratur antara lain luka infeksi, penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.

Penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur. Paling tidak ada 4 faktor keutamaan madu  yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri:

  • kadar gula madu yang tinggu akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak.
  • Madu mempunyai tingkat keasaman yang tinggi (pH 3.65) sehingga bakteri akan tidak bisa bertahan hidup.
  • Madu jika bersenyawa dengan air akan menghasilkan hydrogen peroksida yang bersifat desinfektan dan membunuh mikroorganisme pathogen.
  • Madu juga mempunyai senyawa organic yeng bersifat antibakteri spt flavonoid, polyphenol dan glikosida.

Madu sebagai antibiotik efektif untuk menumpas spesies microbial yang resistance terhadap antibiotic buatan manusia. Madu sebagai antibiotic juga memiliki beberapa kelebihan disbanding antibiotic buatan manusia antara lain :

  • Pengobatan dengan madu tidak menimbulkan inflamasi
  • Madu dapat mengurangi rasa sakit
  • Madu bersifat antimicrobial yang dapat mencegah microba tumbuh
  • Madu membersihkan luka infeksi
  • Pengobatan dengan madu menghilangkan bau pada luka
  • Madu mengobati luka lebih cepat dan tanpa menimbulkan bekas luka
  • Mempunyai stimulatory effect yang mempercepat tumbuhnya jaringan tubuh kembali

Madu sebagi antibiotik terbukti lebih efektif dari antibiotic buatan manusia seperti silver sulfadiazine hal ini berdasarkan hasil riset. Salah satu peneliti yang sangat mendalami masalah madu sebagai antibiotic ini adalah Peter Nolan seorang ahli riset biokimia dari The University of Waikato – New Zealand


Tags: ,
Posted in madu | No Comments »

Rumah Blogger ALAMATWEB DOTCOM Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com Google bot last visit powered by Gbotvisit.com Msn bot last visit powered by  Mbotvisit.com by
 sougolink.com